Why They Do: Nyadran


Nyadran adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Masyarakat biasanya akan berkumpul di suatu tempat dengan membawa makanan untuk dinikmati bersama kemudian membaca tahlil dan doa. Setelah itu masing-masing keluarga berziarah ke makam leluhur. Ritual Nyadran dilakukan pada bulan Sya’ban menurut penanggalan Islam atau Ruwah dalam penanggalan Jawa.

Dusun Banteng di Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman juga melaksanakan Nyadran untuk mendoakan leluhur keluarga mereka. Kebanyakan warga Banteng berasal dari satu leluhur yang sama atau masih dalam satu trah. Nyadran kali ini dilakukan di makam dusun pada hari Minggu, 15 Juli 2012.

Nyadran selain bertujuan untuk mendoakan leluhur juga dilakukan agar masyarakat dapat berkumpul bersama dan saling berbagi. Nyadran dapat mengikis rasa individualitas dari masyarakat Banteng yang sebagian besar daerahnya bisa dibilang ‘hampir’ kota. Kebersamaan dapat dipupuk sejak awal melalui kegiatan ini, bahkan anak-anak dapat saling berkumpul dan mengenal satu-sama lain sehingga dapat berkawan sedari dini. Itulah Nyadran.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s