Kora-Kora, masih seperti dulu


Apa yang pertama terlintas di pikiran anda saat dengar kata kora-kora?
Mungkin beberapa akan mengingat tentang sejenis perahu yang biasa digunakan di indonesia timur, ada pula yang ingat tentang cuci piring, atau yang lebih parah ingat avatar kora. -_-

Kora-kora disini adalah sejenis wahana di pasar malam, terutama di sekaten.
Nah, perayaan sekaten ini setahu saya ya cuma ada di Jogjakarta, dari tahun ke tahun tempatnya itu-itu saja, depan kraton di alun-alun utara.
Dan anehnya lagi, pasar malamnya ya cuma ada pas sekaten itu tok.

Lanjuuut,

Bagi saya ini jadi wahana yang wajib dinaiki saat mengunjungi sekaten.
Memang cukup menyeramkan jika anda cuma melihat dari bawah, atau dari atas, karena posisinya yang bisa sampai membentuk sudut 80 derajat (yang jurusan fisika silahkan dihitung momentum dan gayanya, haha).
Disamping itu, belakangan ini kora-kora yang ada sepertinya tidakn lagi memakai pengaman yang menjamin tubuh anda tetap ditempat.
Jadi, anda harus senantiasa berpegangan pada teman, pacar ato paling apes pada tiang kora-kora itu sendiri :p

Tapi percayalah, tak selamanya kora-kora menakutkan, masih seperti dulu, selalu bisa membawa keceriaan pada pengunjungnya.

Sejenak melepas lelah, di ketinggian sana.

Sejenak melepas lelah, di ketinggian sana. (Rombongan Pramuka UGM, Belakang (ki-ka) Asih, Nurul, Aziyz, Dika; Depan (ki-ka) Fia, Rizki, Afri)

Satu hal lagi, saya dan beberapa orang mungkin punya alasan pribadi untuk naik wahana ini.
Kebebasan untuk berteriak, melepaskan apa yang perlu dilepaskan🙂

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s