Kereta, Romantis? Iyakah?


Cihuuuy, numpak sepur, jugujugujug jhesss, setelah lama tidak bercerita, kali ini akan sedikit berbagi kisah dengan semua tentang moda satu ini, kereta, lebih tepatnya kereta api, sepur atau spoor. Logawa, tujuan Purwokerto (yang entah kenapa menarik untuk disambangi) dari Banyuwangi.

Ini adalah pengalaman pertama saya naik kereta api, sendirian, setelah terakhir kali naik kereta saat kelas 3SMP dengan tujuan  Jakarta.  Jadi sedikit bingung mau ngapain didalam kereta, apakah ngamen, jalan-jalan, tapi akhirnya juga berakhir dengan duduk manis di samping jendela.

Lumajang kebetulan dan memang sudah seharusnya dilewati oleh kereta ke dan dari Banyuwangi sebagai daerah ujung paling timur di Pulau Jawa. Stasiun kami cukup kecil, bahkan ruang tunggunya hanya berkapasitas lebih kurang 40 orang. Tapi stasiun ini sangat bersejarah, bagi orang Lumajang.

Stasiun Klakah, gaya lama, sangat lama

Stasiun Klakah, gaya lama, sangat lama

Selebihnya biar foto yang berbicara.

Bukankah satu foto punya ribuan makna?

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

 

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Yang membuat menarik adalah, saya bisa bertemu banyak orang, ngobrol ngalor-ngidul, melihat aktivitas pedagang asongan, orang-orang yang lalu-lalang ke toilet, bahkan menguping percakapan orang. Sikap tiap manusia berbeda dan semua tampak jelas ketika naik kereta api. Sungguh lain kali akan pergi lagi.

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Sempat juga bertemu seorang gadis, entah siapa namanya, tidak kenal dan tidak sempat menyanyakan namanya, anak UM Malang sih katanya, sudah semester 8 juga dan kebetulan sedang berangkat untuk penelitian skripsi di Kota Madiun. Si cewek, sebut saja Mbaknya,  begitu melihat saya baca koran bola tiba-tiba minta pinjam dan ternyata seperti yang bisa diduga adalah penggemar bola. Tepatnya La Liga. Nah, ketika tahu saya suka Real Madrid langsung ngobrol tentang bola, tentang kekalahan Madrid malam sebelumnya akibat gol bunuh diri Ronnie. Mbaknya bersimpati pada kekalahan tersebut, dan mendoakan semoga Madrid bisa terus bersaing. Eh, ndilalah, sesuai dugaan juga, Mbaknya seorang Cules (Fan Barcelona). Duh aduh, lanjut ngobrol sampai macem-macem, hobby, makanan, acara tv dan rencana kedepan.

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Di Kereta Api, Cules-pun bisa diajak berbincang-bincang dalam damai. Hahaha

Oh iya, satu lagi, pemandangan kumuh disekitar rel kereta adalah sesuatu yang biasa, jika saja bisa dirubah tentu akan menjadikan moda kereta api semakin istimewa. Pemandangan kanan kiri adalah cerminan diri, silahkan bercermin dan melihat, sejauh mana telah berbuat.

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Sawah, ladang, hutan, sungai adalah anugerah, jadi kenapa tidak kita rawat dan nikmati. Dimulai dengan tidak buang sampah lewat jendela kereta api.

Dok. Pribadi/Aziyz

Dok. Pribadi/Aziyz

Tiba di Lempuyangan pukul 15.12, hanya terlambat satu menit dari jadwal di tiket, dilanjutkan jalan kaki ke Sanggar Bakti Pramuka UGM. Ah, sampai juga di rumah.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s