#2 Sistem Ekonomi (sebuah pengantar)


Selasa (19/2), seorang mahasiswa dengan santai tiduran dikamarnya meskipun pada pukul 4 pagi sudah melek. Jarum jam menunjukkan pukul 7.00 WIB. Lantas bergerak menuju kamar mandi, sialnya, tiga-tiganya penuh. Walhasil, menunggu 5-10 menit lalu mandi cuma 5 menit dan bergegas ke kampus.

Sesampai dihalaman kampus, menghela nafas lega karena mobil sang dosen tidak ada. “Berarti dosen belum masuk,” pikirnya. Ujug-ujug, dosen sudah dikelas padahal masih jam 7.25 dan seharusnya si mahasiswa masih boleh masuk dan duduk dibelakang karena kontrak hanya menolerir keterlambatan 10 menit. Namun, akibat perbedaan waktu antara jam lobi dengan kelas, si mahasiswa menjadi terhukum.

“Mas, Mas, sing kumisen, kesini, duduk depan,” kata Pak Dosen.
“Masih ada kursi po Pak didepan,” sahutnya sambil melihat deretan depan yang sudah penuh.
“Ah, masih, rene wae, kursi saya itu boleh dipakai,” timpal Pak Dosen lagi.

Gambar diambil tanpa seizin Dosen

Gambar diambil tanpa seizin Dosen

Yak, itulah sedikit Intermezzo sebelum membuka kuliah hari ini. Tentang ekonomi, bagaimana sistemnya secara sederhana dan apa-apa yang terlibat serta beberapa hal yang mungkin bisa sedikit membantu penjelasan.

1. Kebutuhan, Keinginan dan Pemenuhan

Keinginan atau want dalam bahasa inggris, jika ditambahi ‘s’ jadi lebih dahsyat lagi karena s diartikan syahwat -hehehe, adalah suatu hal yang lumrah dimiliki tiap individu terhadap suatu hal untuk mencari kepuasan diri. Keinginan ini akan dihadapkan pada realita mengenai apa yang sebenarnya kita butuhkan. Butuh a, b, c, d sementara kita ingin 1, 2, 3, 4 dst. Dua hal yang berseberangan ini masih dihadapkan lagi pada yang namanya sumberdaya/resources/kemampuan pemenuhan.
Sebagai ilustrasi:

Mahasiswa, punya uang sepuluh ribu. Dia ingin makan nasi padang, jus jambu dan kerupuk, sementara melihat resource yang dia punya hanya cukup untuk membeli yang dibutuhkan secara sederhana, yakni makanan, berupa nasi telur dan es teh. Nah, disini harus dibuat pilihan-pilihan sehingga akan ada pemenuhan kepuasan yang dapat diterima oleh si mahasiswa tadi.

Interaksi tadi akan menimbulkan adanya proses pertukaran antara opsi yang tersedia dengan sumberdaya yang dimiliki si mahasiswa. Ada preferensi opsi atau pemeringkatan opsi. Ketika opsi itu makin turun, maka rasio pertukarannya makin kecil. Hal-hal ini dinamakan dengan willingness to consume.

Sementara itu, interaksi yang terjadi dinamakan dengan permintaan. Jadi permintaan pada dasarnya adalah kombinasi antara pilihan yang tersedia, keinginan, dan sumberdaya yang dimiliki.

Contoh lain, kenapa Anda memilih makan ayam goreng dan bukan kucing goreng atau kucing lewat depan kamar kos lantas anda sikat begitu saja. Padahal dari segi pemenuhan protein, keduanya memiliki pemenuhan yang cukup sama. Nah, disitulah peran antara keinginan dan kemampuan berbicara.

2. Sistem Ekonomi Dasar: Dua Sektor

Pada dasarnya ekonomi terjadi karena ada pertukaran antara alat tukar dengan yang ditukar namun ketika sudah diperlebar spektrumnya ke posisi vertikal maka akan terlihat lemaba-lembaga yang menjalankan roda tersebut (pelaku ekonomi). Secara gamblang hal ini dapat dijelaksan melalu diagram berikut.

Ada pertukaran antara input dan output disana yang terjadi terus menerus berulang. Sementara itu, mekasnisme dua sektor akan dijelaskan melalui gambar berikut.

wiki.ubc.ca

wiki.ubc.ca

Perputaran uang, faktor produksi, barang dan jasa tampak jelas pada diagram. Ada dua sektor yang terlibat yakni produsen dan konsumen. Prosusen memproduksi barang dan jasa kemudian dikonsumsi oleh konsumen bahkan dalam hal ini konsumen dapat menjadi produsen dan si produsen juga dapat menjadi konsumen. Ini dapat terjadi karena ada perputaran modal beruapa uang, barang dan jasa di pasar produk pun pasar faktor produksi. Output dari satu komponen dapat menajadi input bagi komponen lain. Semisal, anda memproduksi kecap, kecap itu dapat menajdi barang konsumsi langsung ataupun menjadi barang input bagi industri lain. terus berputar dan senantiasa ada pertukaran nilai yang terjadi. Namun patut diingat adalah Nilai Produksi = Nilai Konsumsi, baik dilihat dari sisi produsen ataupun konsumen. Contohnya, saya membeli mangga Rp 5000, tentu saja saya mengkonsumsi uang Rp 5000 tersebut meski dalam bentuk lain. Penjual memproduksi barang dengan nilai sekian tentu akan dibeli konsumen dengan nilai sekian. Bukan pada nominalnya saja, tetapi pada nilainya.

Kasus
Kenapa tempe mahal? jawabnya adalah karena permintaan naik tapi kemampuan produksi menurun atau karena permintaan naik dan kemampuan produksi turun. Sebagian besar tempe di Indonesia diproduksi menggunakan kedelai impor. Dari sekian juta ton kebutuhan kedelai, lebih dari separuhnya adalah hasil impor.

Kapan harga tempe naik? Kalau anak sejarah bolehlah menjawab kemarin pak, tanggal sekian-sekian. Boleh juga menjawab, sebaiknya puasa saja pak jika harga tempe mahal, itu jika anak filsafat yang menjawab. Pokoknya adalah di rasio antara supply dan demand. Jika permintaan meningkat namun persediaan sedikit, tentu harga akan naik dan sebaliknya.

Disinilah circular flow ini akan melebar lagi menjadi three sectors dan  four sectors.

3. Sistem Ekonomi Tiga Sektor dan Empat Sektor

Three sectors dan four sectors menadakan ada pihak lain diantara produsen dan konsumen. Dalam sistem 3 sektor, pelaku yang masuk adalah pemerintah. Pemerintah berperan dalam menjaga stabilitas kondisi pasar karena diangga mewakili kepentingan konsumen dan produsen. Perlindungan terhadap konsumen antara lain dapat dilihat pada adanya HET (harga eceran tertinggi) sedangkan untuk produsen pemerintah menetapkan harga dasar baik untuk produknya maupun input yang akan digunakan.
Pemerintah berfungsi dalam:
a. fungsi pengawasan dan pengendalian
b. fungsi penyediaan barang publik
c. fungsi penetapan regulasi

Contohnya ya kasus tempe mahal tadi, pemerintah bisa menurunkannya dengan jalan membuka gudang/mengimpor lagi meski beresiko.

Dalam sistem 4 sektor, akan masuk pihak keempat setelah pemerintah yakni pihak asing (internasional). Pihak keempat ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas ekspor impor suatu negara. Keempat komponen ini saling berinteraksi untuk menjada kestabilan pasar dengan menyepakati aturan dan menaatinya. Pihak internasional akan melibatkan adanya sumberdaya global dan regulasi internasional. Hubungan keempatnya akan dijelaskan melalui diagram dibawah ini.

belajar.kemdiknas.go.id

belajar.kemdiknas.go.id

4. Supply and Demand

Diatas telah dibahas bagaimana hubungan antara kebutuhan dan sebagainya serta siapa saja pelaku ekonomi yang dapat ditemui. Nah, dalam ekonomi, satu lagi yang sangat esensial adalah hubungan permintaan dengan persediaan/penawaran. Contoh konkrit adalah tentang tempe.
Tempe mahal karena bahan baku sulit didapat dan jika ada harganya juga mahal. Berarti produsen tidak mampu mencukupi penawaran untuk memenuhi permintaan konsumen. Pemerintah harus menurunkan harga tempe atau semua orang tidak akan makan tempe lagi, -miris.

kisriani.blogspot.com

kisriani.blogspot.com

Pada gambar diatas ditunjukkan pergeseran garis penawaran (S) sementara demand tetap. Anggaplah P menunjukkan harga dasar tempe pada saat kondisi S dan D setimbang. Kemudian P naik menjadi P’ karena S bergeser menjadi S’ (penawaran berkurang) karena kemampuan produksi produsen turun, semisal. Nah, untuk menurunkan P’ inilah peran pemerintah dalam pasar tiga/empat sektor menjadi penting yakni penjaga stabilitas tadi. Pemerintah dapat membuka gudang kedelai dan menjualnya pada para produsen dengan harga dasar sehingga penawaran dapat ditingkatkan. Denmgan asumsi demand tetap dan penawaran berhasil ditingkatkan maka garis S’ akan bergeser turun ke kanan dan menyebabkan P’ juga turut menjadi P” atau harga lebih murah. Jika, semisal, ternyata setelah menguras isi gudang masih mahal, impor kedelai menjadi opsi yang juga harus dilirik. Namun patut diingat bahwa persediaan dalam gudang adalah hal yang sangat penting. Itulah kenapa lembaga seperti Bulog terus memantau isi gudang dan tetap mengimpor meski persediaan sebenarnya surplus/cukup.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s