Otak Lelaki dan Perempuan (Nukilan buku Female Brain)


Berikut kutipan dari bagian awal sebuah buku berjudul Female Brain karya Dr. Louann Brizendine. Entah ini melanggar hak cipta atau apa, tapi tujuannya adalh membagi secuil informasi yang disadur secara langsung dari buku ini. Tanpa ada editing atau suatu apapun.

Sebagai awal, yang dibahas disini adalah janin perempuan.

Hal 32.

Hingga usia delapan minggu, semua otak janin kelihatan berjenis perempuan -jenis perempuan adalah penyetelan gender yang sudah ditentukan oleh alam. Jika Anda mau mengamati perkembangan otak perempuan dan laki-laki dengan fotografi-proses, Anda akan melihat diagram-diagram sirkuit keduanya ditata mengikuti cetak biru yang dirancang oleh gen maupun hormon seks.

Suatu gelombang besar testoteron yang dimulai pada minggu kedelapan akan mengubah otak uniseks ini menjadi otak laki-laki dengan mematikan sel-sel tertentu di pusat seks dan agresi. Jika gelombang tertoteron ini tidak terjadi, otak perempuan ini tumbuh terus tanpa gangguan. Sel-sel otak janin bayi perempuan ini menumbuhkan lebih banyak lagi koneksi di pusat-pusat komunikasi serta area-area yang memproses emosi.

Bagaimana percabangan jalan pada janin ini memengaruhi kita? Salah satunya, karena pusat komunikasinya lebih besar, bayi perempuan ini nantinya akan lebih suka bicara daripada saudara lelakinya. Laki-laki menggunakan sekitar 7.000 kata per hari,. Perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata.

Akibat lainnya, percabangan ini mengklasifikasikan takdir biologis bawaan kita dan mewarnai lensa yang kita pakai untuk memandang dan menghadapi dunia.

Jadi begini, pada dasarnya apa yang membentuk seorang lelaki menjadi agak feminim dan seorang perempuan menjadi tomboi lebih banyak dikarenakan oleh sifat bawaannya pada masa-masa awal kehamilan. Pengaruh hormonal akan memegang kendali penuh terhadap pertumbuhan otak dan sel-selnya. Sel-sel otak ini nantinya akan beradaptasi pelan-pelan. Jadi kondisi bentukan entah anak perempuan yang suka bermain dengan anak lelaki akan menjadi tomboi bisa dibilang tidak berpengaruh, kondisi itu hanya akan memoles pola otak yang sudah sejak awal ada.

Kalau orang-orang bilang kedewasaan itu pilihan, nggak juga, dewasa itu pasti, hanya saja tidak diketahui kapan.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s