Peduli dan Bertanggungjawab pada Diri Pribadi


Sore yang cerah di daerah Karangwuni dan sekitarnya. Mega kelabu mengelayut rendah nan tipis di sebelah selatan dan utara, sementara semburat jingga keperakan sinar mentari menyembur dari barat. Sudah sore. Saatnya beranjak ke rumah dan menenangkan segala pikiran ataupun penat. Pekerja pulang kerumah, bagi yang masih melajang, bersiap menyambut malam, bagi yang berkeluarga ini waktu untuk berkumpul dengan mereka. Tak lupa burung pun bersiap untuk beritirahat. Beberapa bersiap mulai bekerja di waktu malam.

Mereka tahu waktu. Sudah sore dan waktu untuk melepas lelah, beristirahat atau bersiap bekerja. Mereka tahu bagaimana bersiap menyambut malam. Mandi, makan, sholat dan lainnya. Semua dari mereka peduli pada diri mereka. Diri sendiri. Diri pribadi. Disamping kepedulian mereka kepada orang lain. Yang bekerja tentu sadar hal ini, seharian mereka bekerja demi keluarga atau pribadinya namun tetap ada waktu untuk kebutuhan pribadi.

Peduli pada diri pribadi tidak sebatas bagaimana menikmati hidup sesuai dengan keinginan/nafsu pribadi tapi lebih kearah bagaimana kita membuat pilihan dan berkontribusi penuh didalamnya dengan mengedepankan tanggungjawab. Setiap individu harus belajar bagaimana caranya bertanggungjawab secara pribadi.

Anda dapat saja memilih a, b, c, atau d tanpa memikirkan efeknya ke belakang, tapi itu berarti anda tidak bersungguh-sungguh dalam membuat pilihan. Anda harus mulai belajar memahami konsekuensi apa yang akan diterima jika memilih a, b, c, atau d dan memberikan perhatian penuh pada hal-hal tersebut.

Setiap detik dalam hidup adalah sebuah pilihan yang memiliki konsekuensi tertentu, entah baik ataupun buruk. Dampak dari pilihan itu paling pertama akan dirasakan oleh diri anda sendiri meskipun secara kasat mata akan berdampak lebih dahulu pada orang lain. Pilihan anda akan mengenai diri anda secara langsung.

Menghargai diri sendiri adalah salah satu cara untuk bertanggungjawab pada pilihan. Apakah kita mampu? Kita bisa? Tentu saja jawabnya bisa anda pilih sendiri.

Jika anda memilih untuk berkegiatan berat dan memaksakan diri sendiri padahal sudah merasa exhausted hasil akhirnya menjadi urusan anda. Apa imbasnya setelah kegiatan itu, semisal didera kelelahan yang amat sangat, sakit parah atau lainnya, itu dapat menjadi pertanda anda tidak peduli pada diri anda sendiri. Mungkin anda masih bisa mengobati sakitnya, tapi tetap saja itu bukan tindakan pencegahan.

Kita harus tahu kapan saatnya beristirahat, kapan saatnya bekerja, kapan saatnya berkumpul, kapan harus sendiri dan lainnya.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s