Semifinal UCL 2012-2013: Konspirasi atau hanya Kekhawatiran Fans


Selamat untuk Real Madrid yang berhasil mengalahkan Galatasaray dengan agregat 5-3. Bermain di Turki apalagi Turk Telekom Arena sangatlah sulit bagi tim manapun, terlebih stadion tersebut juga pemegang rekor kebisingan terbesar di dunia sepakbola dengan angka sekian desibel. Demikian halnya dengan Dortmund, sang pemimpin klasemen saat fase grup, berada di atas El Real, atas kemenangan dramatis 3-2 terhadap Malaga. Kemudian ada Bayer yang perkasa dengan kemenangan mutlak 2-0 dan 0-2 di kandang lawan. Dan terkhir, El Barca, yang juga dinaungi keberuntungan dengan dua kali hasil imbang 2-2 dan 1-1 sehingga berhak lolos dengan keunggulan gol tandang.

Well, Spanyol vs Jerman. Itulah headline-headline yang menghiasi surat kabar di mancanegara sana (setidaknya akan seperti itu nanti) atau bisa jadi malah bertemu tim yang senegara.

Banyak yang bilang hasil-hasil ini sudah diatur. Sinisme

Lalu mari kita lihat hasil semifinal sesungguhnya.

Barcelona dihajar 4 gol tanpa balas oleh Muenchen. Lalu Madrid, juga kalah besar

Selamat untuk Dortmund yang berhasil menghajar pasukan Jose Mourinho dengan skor telak 4-1. Real Madrid yang notabene adalah klub idola saja, klub kebanggaan saya, dibuat tak berkutik dengan 4 gol borongan Lewandowski. Si Polandia ini adalah momok. Sekarang dia telah mencetak 10 gol di UCL.

Pertandingan berjalan sempurna, jual beli serangan terjadi hanya saja lini belakang Dortmund yang digalang Subotic dan Hummels begitu tangguh. Sangat tangguh. Ronaldo sekali menjebol gawang lawan karena blunder kecil Hummels sedangkan Madrid, harus ikhlas diberondong. Kunci pertandingan barusan ada pada gol kedua Dortmund yang dikira offside oleh segenap punggawa Real. Pada dasarnya, pertandingan seketat UCL sangat riskan, sehingga detil kecil seperti mengharapkan offside dan kemudian tak bersiap/siaga karena menunggu peluit wasit, bisa jadi malapetaka.

Lini belakang Madrid harus saya bilang hancur-hancuran. Perubahan pola duet Ramos-Varane ke Pepe-Varane itulah sumbernya. Pepe berkontribusi penuh bagi 3 golDdortmund, entah itu gol pertama yang terlambat bereaksi, gol kedua yang tak sigap mengawal dan mebiarkan bola lolos, atau gol ketiga yang kakinya ‘njongko-njongko’ ke selangkangan Lewandowski sehingga kemudian salah langkah dan booooom. Gol terjadi.

Itu, kesalahan terbesar dimalam ini. Semoga Ramos kembali ditarik ke tengah dan Arbeloa bisa kembali bermain. Lini tengah Madrid yang kaku bisa diisi oleh Kaka untuk menggantikan salah satu dari dua jangkar, Luka atau Khedira. Arbeloa, we need you.

Terus terang juga, saya kasihan melihat Ozil dan Ronaldo yang bergerak sendiri di lini depan.

Well, apapun itu, leg kedua menanti. Meskipun tidak lolos nantinya, setidaknya berikan fans kemenangan. Menang adalah menang dan lolos adalah kisah yang berbeda. Saya percaya Madrid bisa membuat kejutan, tapi saya juga percaya Dortmund bisa menyengat.

Sepakbola Spanyol sedang kacau. Madrid dan Barcelona, tumbang ditangan dua penghuni teratas liga di ranah Bavaria.

Dan sekali lagi, selamat untuk kemenangan Dortmund. Selamat berjuang untukmu, Real Madrid.

Hala Madrid.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s