Banyak Bicara, Sedikit Kerja


Dalam sebuah perusahaan pekerja adalah ‘alat’ yang vital untuk menunjang performa sebuah proses bisnis. Mereka adalah komponen utama penyusun suatu bisnis selain komoditas yang dipertukarkan. Karena hal itulah, suatu upaya perekrutan perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Masuk, jadi bagian, keluar. Secara sederhana seperti itu siklusnya.

Perekrutan adalah tahap pertama. Tahap penting ini akan menentukan kualitas si pekerja terutama dari sisi persyaratan administratif dan sedikit kondisi kejiwaannya. Selanjutnya mereka akan diberikan pelatihan, atau katakanlah magang. Pernah menonton film The Internship? Nah, kira-kira seperti itu. Dilatih, diisi dan mulai bekerja. Saat ini, banyak masalah yang meyerang sisi personalia suatu perusahaan. Tapi kebanyakan sumber perusak itu adalah dari faktor lingkungan dan organisaional.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi perusak atau sumber masalah (Handoko, 2010):

1. Tingkat Pendidikan:
Percaya atau tidak, mereka yang semakin tinggi tingkat pendidikannya makin sulit dikendalikan dan diarahkan. Gelas kebanyakan sudah penuh dan hampir penuh, kebanyakan dari mereka hanya banyak bicara. Mereka bicara a, b, c, sampai z. Berkata ini yang baik, harusnya begini, saya sudah begini, sekaranga kondisinya seperti ini dan lainnya, tapi mereka tidak paham dengan ucapannya (atau katakanlah paham namun tidak ingin melakukannya).

2. Heterogenitas Angkatan Kerja
Bayangkan anda masuk sebuah perusahaan bersama dengan mereka yang lebih muda atau lebih tua. Bayangkan. Minder? Merasa superior? Wah, bisa jadi. Perasaan-perasaan seperti itu sering ditemui dilapangan. Jangankan didunia kerja, di kampus saja ada kasus-kasus yang seperti itu. Salah satu solusi yang sering dilupakan adalah penghormatan. Baik terhadap yang lebih tua, pun yang lebih muda, lebih-lebih yang sebaya.

3. Perkembangan Teknologi.
Beberapa diantaranya adalah telepon genggam dan internet. Perusahaan bisa mengontrol para pekerja yang seperti ini dengan mudah, beri alokasi tunjangan komunikasi tapi tunjangan ini dipotongkan dari ngaji karyawan bersangkutan, hahaha, -bukan tunjangan namanya. Kada ada karyawan yang kemudian berkata tidak bisa hadir karena sedanga a-b-c-d tapi ternyata menghadiri acara lain. Lebih parah lagi, izin atau tidak izin mengikuti kegiatan perusahaan namun di kemudian waktu atau pada waktu bersamaan terpergok sedang berkegiatan lain. Tontonlah film Horrible Bosses.

4. Penurunan ProduktivitasIni adalah masalah terberat yang dapat dihadapai suatu perusahaan. Penurunan produktivitas berarti penuruana keuntungan. Berbanding lurus. Ini bisa terjadi jika karyawan yang bersangkutan ternyata hanya banyak bicara dalam bekerjanya. Banyak mencetuskan a-b-c-d tanpa memahami maknanya. Banyak memprotes a-b-c-d tanpa tahu tujuaanya. Atau bisa jadi tahu tapi tidak terima. Beberapa solusi yang bisa digunakan adalah merencanakan kariri si pekerja antara jajaran manajemen dengan si pekerja, pemberian tanggungjawab dan perluasan pekerjaan serta yang terakhir adalah audit personalia. Audit ini akan menentukan, kesempatan atau pemecatan.

Banyak sekali contoh para pekerja atau orang-orang yang seperti diatas. Sering ditemui, entah di pabrik, atau dimanalah. Banyak. Dan kebanyakan mereka memang banyak bicara dan sedikit bekerja, parahnya lagi, banyak bicara tentang suatu hal, kemudian melakukan apa yang dibicarakannya, tapi pada akhirnya tidak paham makna apa yang dilakukannya. Rapat, facebook-an. Rapat, BBM-an. Di-sms tidak membalas, tapi protes ketika merasa tidak disms atau tidak tahu kabar. Kenapa beli pulsa internet kalau pulsa biasa masih miskin.

Banyak bicara, sedikit kerja.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s