Karim ya Karim


Gooooooool. Benzemaaaaaa.

Sudah lama sekali tidak mendengar kata-kata tersebut keluar dari komentator Liga Spanyol pun Liga Champions. Kata-kata yang muncul hanya jika sang pemilik nomor 9 menjaringkan bola ke gawang lawan. Kata-kata yang hanya keluar sekali-sekali dan tidak sering-sering itu makin jarang terdengar.

Ya, Karim Benzema, pria asal Perancis 25 tahun silam itu, saat ini sedang terpuruk dalam kehampaan -apa sih, -__-.

Hampa. Kosong. Sepi. Miskin.

Miskin gol saudara-saudara.

Hingga pekan ke-8 Liga BBVA, Big Benz, -julukan Benzema, baru menceploskan 2 gol saja. Itupun dia lakukan saat liga masih memasuki pekan-pekan awal. Kejadian paling menarik tentu saja adalah kemarin, saat Madrid melawan Juventus di Liga Champions. Benzema yang berdiri nyaris tanpa kawalan berdiri didepan gawang ‘menyerempet’ bola dengan kakinya, apa daya, Benz sedang tidak hoki, jadi peluang yang seharusnya >90% gol tersebut batal menambah skor.

Boleh jadi Benzema bermain bagus selain pertandingan sebelum digantikan oleh Gareth Bale, manusia 100juta euro, dan boleh jadi Benzema benar-benar sedang tidak hoki malam itu, seperti malam yang sudah-sudah, tetapi tetap saja dia akan disorot mengingat posisinya sebagai pemain inti di tim sebesar Real Madrid.

Benzema adalah seorang Big Man didepan gawang, dia seharusnya bisa menjadi striker yang garang, namun yang terlihat selama ini lebih sering sebaliknya. Gol adalah bukti kualitas seorang striker. Tanpa gol, dia hanyalah pemain bagus, bukan striker ulung.

Tapi patut dicatat juga beberapa hal yang menyebabkan penurunannya.

Pertama, bisa jadi karena saat ini dia adalah satu-satunya striker murni kelas dunia yang dimiliki Madrid selepas kepergian Higuain, jadi Benz tidak mengalami persaingan memperebutkan posisi inti. Akibatnya, performanya cenderung angin-anginan. Kedua, Mesut Ozil sudah angkat kaki dari Real. harus diakui, kombinasi antara CR7, Ozil dan Benzema musim-musim sebelumnya sangat memikat. Saat itu Benz sering mendapat suplai bola matang meski tak selamanya dalam bentuk assist dari Ozil.
Ketiga, kalah pamor dengan CR7. Coba lihat Real Madrid bermain. Pasti sebagian besar umpan matang di depan gawang mengarah ke Ronaldo, semalam saja saat melawan Juventus, saya hanya melihat Bale mendapat dua-tiga umpan, selebihnya untuk CR7. Ada pergeseran peran yang terjadi di atas lapangan sehingga ruang gerak dan kesempatan Benzema terkebiri.
Dan yang terakhir adalah kecenderungan pola permainan tim. Mourinho pernah berkata bahwa Real Madrid dibangun di sekeliling Ronaldo sebagai poros utama permainan. Ronaldo adalah goal getter utama. Tentu sering kan melihat Benzema menyisir sisi kanan-kiri lapangan dan malah jarang berada di tengah, -sekalinya di tengah kena offside -__-

Ini cuma masalah strategi bermain.

Well, semua ini adalah opini saya, sebagai Madridista, cukup sebal melihat performanya, tapi sebagai Madridista, juga harus tetap mendukung pemain, seburuk dan setidak-beruntung apapun dia.

Benzema adalah Benzema. Seorang striker hebat yang masih muda. Butuh ruang, butuh waktu dan butuh dukungan.

Seperti kata Pedrag Mijatovic, “Benzema adalah pemain yang sangat bagus. Ia butuh waktu untuk membiasakan diri dengan tekanan di Real Madrid, karena ini tekanan yang unik dan di Madrid tak ada tekanan macam ini di klub lain. Berikan dia ruang dan waktu.”

Ngomong-ngomong, tadi di PES, teman saya memakai Perancis dengan Benz sebagai ujung tombak utama. Hasilnya, 6 gol dia buat. Tapi saat memakai Madrid, hanya 1-2 gol yang tercipta.

Sekali lagi, ini hanyalah masalah strategi.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s