Buku: Hadiah Untukmu, Untuknya, dan Untukku


Seberapa sering kamu membaca buku?
Apa buku kesukaanmu?
Kamu suka baca buku gak?
Aku punya buku bagus lhoo, mau pinjam?

Hai, sebenarnya aku kutu buku lho.

Buku. Sumber ilmu, sumber pengetahuan, sumber tertulis yang istimewa. Kerap membantu hidup banyak orang, sebagai bahan bacaan, pelepas penat atau sekedar ganjal leher untuk tidur, terutama buku-buku teks terbitan asing, yang tebalnya minta ampun. hehe

Malam ini teringat beberapa buku yang pernah kupinjamkan, tapi entah pada siapa. Buku yang seharusnya mencapai 2 rak koleksi, tinggal 1 rak. Raib. eh, bukan membahas raibnya bukuku yaa. :p Bongkar-bongkar rak, ada beberapa buku yang kuterima dari orang lain termasuk yang aku pinjem tapi belum jua kukembalikan.

Pernah dapat hadiah buku tidak? Sekali dua kali harus pernah lhoo.
Hah? Kenapa? Entahlah. Mari cari tahu dengan cara masing-masing.
Kemarin ada yang bilang, “Aku sering banget dapet hadiah, tapi gak tau kenapa selalu deg-degan kalau terima hadiah buku.”

Kalimat singkat yang jedeeeeer, ahaaaaay

Hadiah buku memang sulit diterka apa maksudnya. apalagi kalau dapetnya buku pelajaran atau “100% tembus SBMPTN” atau “16 jam menguasai Adobe Photoshop CS100”, haha. Antara mendukung atau ngece :3

Tapi tetap saja buku adalah sesuatu yang spesial, pake telor, buat hadiah. Dalam sebuah buku dapat diketahui niatan orang yang memberimu buku tersebut.

Jika memberi buku pelajaran, bisa jadi dia ingin kamu belajar lebih tekun
Jika memberi kamus, mungkin saja dia ingin kamu mengerti apa yang dia ucapkan, –cieee.
Jika diberi buku yang sesuai kesukaanmu, wayang misalnya, entah apa artinya, tapi jika dia tidak suka wayang tapi memberimu buku wayang, ya berarti dia ikhlas ngasih kamu itu :p
Jika dia memberimu kumpulan puisi, anggaplah dia ingin mengatakan kamu/perasaannya seperti apa yang dia baca diantara puisi itu, –hanya jika itu puisi tentang cinta-cintaan, wakakak
Jika dia memberikan novel, mungkin dia ingin kamu lebih lembut, gak kaku. Kalau novelnya novel detektif tentu dia ingin kau lebih kritis –bukan sekarat.
Jika memberi buku politik, eh, jurusanmu ilmu politik po? Kalau iya, dia ngajak diskusi tuh, kalau bukan dia mau nyaleg, minta dukungan.
Kalau buku tulis, yaaa, artikan saja sendiri, :v sering nih dapet kado beginian, pas lagi juara kelas, dulu, semasa SD dan SMP.
Jika itu buku motivasi, mungkin, dia ingin menunjukkan kalauΒ  dia sebenarnya perhatian sama kamu, tapi dia gak bisa nunjukkin secara langsung, butuh media lain. Mungkin.
Terakhir, jika itu adalah buku nikah. Waspadalah, waspadalah,πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Well, apapun niatnya, hadiah buku adalah sesuatu yang istimewa karena dia sudah pasti berusaha keras mencari buku yang terbaik untukmu. Yang paling cocok untukmu. Yang kamu sukai. Yang kamu butuhkan. Ngubek-ngubek toko buku nyari sebuah buku itu capek brot, -trust me, it’s true-, capek, ampunlah, apalagi kalau gak punya gambaran sama sekali mau buku tentang apa.
Salah-salah kamu bisa-bisa dibeliin komik Naruto.

Untukmu, bukunya.
Untuknya, duitnya (buat si penulis dan penerbit).
Untukku, cintamu, eaaaaaa, ahaha, bukan, maksudnya ikut seneng liat kamu seneng, so pasti.

Jadi, sudah pernahkah sampean ngasih hadiah berupa buku untuknya?

4 pemikiran pada “Buku: Hadiah Untukmu, Untuknya, dan Untukku

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s