Mau Kejelasan?


Pagi yang cerah di hari rabu. Pagi yang seharusnya dihabiskan dengan menunggu dosbing akhirnya berakhir dengan kenyataan bahwa apa yang hendak dilaporkan belum siap. Terdampar lagi dalam hal-hal yang rancu dan tidak jelas.

Teringat beberapa waktu lalu pernah menulis sebuah postingan di blog dengan judul yang lebih panjang dibanding dengan isi tulisannya. Judulnya adalah “bagaimana mengakhiri sebuah hubungan yang tidak jelas” atau apa ya, aku lupa, maaf saja, soalnya sedang tidak tersambung i-net jadi tidak bisa cek lagi. Dan isi tulisan itu hanya satu kalimat, yakni “akhiri dan pertegas.” Wis.

Nah, karena banyak sekali hal-hal yang tidak jelas itulah segalanya menjadi jelas. Kita tertantang untuk mencari kejelasan. Dalam kasusku ini, apakah datanya sudah cukup, hhe.

Oh, tapi ini tidak mengisahkan tentang diriku dan dataku. Tapi pada apa-apa yang tidak jelas dan perlu dicari kejelasannnya.

Pertama, kita merasakan sesuatu yang tidak jelas sebagai sebuah momok. Kenapa momok? Karena memang menakutkan, sedikit bikin khawatir, dan terus menerus dipikirkan. Bahaya. Contohnya, katanya Slamet mau meletus, alias sudah di level awas, tapi ada yang bilang level waspada, atapun level 1, 2, 3 (macam keripik pedas saja). Sekarang, bingung kan kalau seperti itu? Jadi tidak tahu apa yang harus dilakukan kecuali siaga 1 yang tentu menguras energi mennn. Itu harus diperjelas, cari info yang pasti, konfirmasikan yang bener. Trus kalau udah ketahuan seperti apa statusnya kita mau apa? Ya menyesuaikan.

Kedua, sesuatu yang tidak jelas memaksa untuk dicari tahu kejelasannya. Tantangan tadi itu. Tertantang dan ditantang. Setelah diterima tantangannya adalah suatu keniscayaan untuk menerima segala konsekuensinya. Hal ini masihlah belum menjadi masalah pelik karena prosesnya itu gampang, tinggal dijalani. Mbuh konsekuensine opo pokoke mengko ono hasile.

Ketiga, terakhir, kalau sudah jelas lalu apa? So what gitu loooooh. Ini yang jadi perkara terbesar. Sering memaksa dan berusaha keras untuk mendapatkan jawaban dan pengetahuan baru tapi pada akhirnya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mati wae leeee. Banyak yang telah menemukan fakta-fakta baru justru ingin mengubur fakta-fakta binti kejelasan tadi itu sakjero-jerone. Bisa jadi karena hal itu terlalu berbahaya; menyedihkan dan meyakitkan; belum saatnya dikuak dll. Film-film sci-fi dan drama yang paling kompeten untuk mendramatisir kondisi kayak beginian.

Kalau memang ingin memperjelas, siapkan mental. Kalau tidak mau menerima hasilnya, sebaiknya tidak usah mencari kejelasan. Apapun itu.

Kuliah lagi….
“Pak, saya belum jelas yang tadi itu pak.”
“Oh ya, yang mana?”
“Yang masalah kenapa rantai pasok harus diintegrasikan dengan lingkungan Pak?”
“Oh, yang itu. Oke, namamu siapa?”
“Ali, Sir”
“Baik Ali, supaya kamu bisa lebih jelas dengan hal itu, kamu bikin paper 5 halaman tentang G-SCM, kumpulkan minggu depan. Mengerti?!!”
“Yes Sir (dalam hati:Kamprettoooooooo)!!”

Satu pemikiran pada “Mau Kejelasan?

  1. manusia memang unik. sebagian bisa gundah gulana dalam ketidakjelasan. sebagian yg lain memilih membiarkannya and keep on moving. kalau aku sih yang pertama. tapi kadang juga keep on moving dalam gundah gulana.. wakakak😀

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s