Nasi Goreng Kambing


Tiga hari ini jatah makan habis untuk mencicipi nasi dengan kuah soto dan nasi goreng. Nasi dengan kuah soto cuma makanan yang dipesan gegara di kafetaria kopma sejak dua-tiga hari terakhir lagi sedang tidak produksi jangan bening, hehehe, sedangkan nasi goreng, jadi menu alternatif akibat makin mahalnya harga jual makanan yang mengenyangkan di Jogja ini.

Nah, sebelum saya makan nasi goreng lagi ada baiknya sedikit cerita tentang satu jenis nasi goreng yang cukup istimewa terutama jika dimasak dengan sungguh-sungguh dan dimakan saat suasana atau kondisi biologis pembeli sedang mendukung. Namanya Nasi Goreng Kambing.

Selama di Jogja, seingatku, baru mencicipi nasi goreng kambing di 4 tempat.
1. Lesehan selatan madiri, bagian paling barat depan parkiran vokasi ugm, yang konon rumornya ada hantunya –parkirannya lhooo.
2. Warung tenda dekat halte bus TJ pengok langensari, kalo anak pramuka pasti tahu dimana langensari berada, nasi gorengnya, entahlah.
3. Warung (dalam garasi rumah) 30 meter selatan lampu merah selatan Jembatan Lempuyangan (singkatnya depan Indomart)
4. Yang paling gress dikunjungi, nasi goreng padmanaba atau apalah namanya gak penting.

Ingin sekedar membandingkan keempatnya, siapa tahu mau makan kesana. Bagi rekan-rekan yang sedang Skripsi, mungkin bisa dianalisa masalah waktu baku dll, wkwk atau malasah sebaran preferensi konsumen dan implikasi tingkat kepadatan pengunjung dengan bisnis-bisnis terkait (rokok, ngamen, parkir dll) disekitarnya.

Kita mulai.

Nasgordhus 1 terletak ditempat yang bisa dibilang cukup strategis. Jalan depan warung tiap malam selalu ramai dilewati mahasiswa karena menghubungkan ugm dengan kompleks sekip, sendowo dan BSR (blimbingsari residence). Nasgor disini memakai bumbu yang cukup, yang berlebih mungkin kecapnya dan minyak. Rasa bisa dimakan dan tidak ada yang istimewa menurut saya kecuali porsinya. Ya, porsi normal dulu seingat saya Rp 9000 dan asyiknya, kalau mau tambah 1/2 porsi cukup nambah Rp 1000. Itu dulu, sekarang entahlah. Tebaran daging wedhusnya cukup banyak, kira-kira 5/40 jumlah sajian. Cukup untuk membantu meningkatkan tekanan darah dan membuat malam lebih berwarna kalau anda tidak pusing. Oiya, disini penjualnya menggoreng nasi secara masif, terstruktur dan sistematis (haha) karena juga menjual nasi goreng lain. Satu-satunya hal yang tidak menyenangkan ditempat ini adalah banyaknya ‘penyawer’. Saya sih gak takut, tapi teman yang lain, pada ogah. Duuuhh. Nilainya 6/10.

Nasgordhus 2 berwujud warung tenda dengan lesehan yang memanfaatkan hak orang umun alias trotoar yang sialnya, terkadang pembeli kehabisan trotoar. Nasi goreng ini juga terletak dijalan yang ramai sehingga tiap malam insyaAllah selalu penuh. Sama seperti nasgor 1, disini memasakanya juga masif, terstruktur dan sistematis bedanya disini fokus ke satu topping yakni daging wedhus tok. Meskipun memasaka dalam jumlah besar sekali masak, tetap saja waktu tunggu menjadi momok. Pernah saya makan disini bersama serombongan teman, 10 oranglah, sampai menunggu 1,5 jam untuk mendapatkan pesanan. Saran saya, jangan pesan minuman terlebih dahulu, rugi. Rasa ditempat ini saya katakan istimewa, karena bumbu dan rempahnya sangat terasa menusuk lidah. Sampai ingin nambah. Porsinya cukuplah, sama seperti porsi nastel di warung burjo. Satu paket seharga Rp 10.000 sudah termasuk telor mata sapi. Saya rasa rasa asli kambing dan telornya muncul gara-gara dimasaka menggunakan anglo dan arang. Daging kambingnya sama, 5/40an. Skor akhir 8/10.

Yang ketiga saya cicipi saat jalan-jalan sendirian disuatu malam minggu desember 2013, tapi tanpa hujan. Letaknya depan Indomaret selatan jembatan Lempuyangan. Lokasi yang berada dalam garasi mengakibatkan warungnya kurang terlihat, hanya ada papan “nasi goreng kambing” didepan. Tapi begitu anda makan, wah, enak, superb. Bapaknya memasak nasgor memakai wajan dan sutil diatas anglo dengan arang, Aroma kambingnya menguap dan meruam keseluruh garasi, haha. Sama seperti nasgor 2, satu paket Rp 10000 sudah termasuk telor mata sapi. Disini tidak perlu menunggu lama sehingga teori antrian tidak berlaku disini, mungkin karena letaknya agak tertutup. Tiap pesanan dimasak satu-satu atau paling banter sesuai pesanan yang masuk, jadi tidak ada namanya nasi goreng yang dihangatkan. Meskipun tersembunyi, sepertinya warung ini sudah punya pelanggan tersendiri. Dagingnya sedikit lebih banyak sekitar 6/40. Acarnya boleh nambah sendiri lhoo. Nilainya seimbang lah, 8/10. Tapi karena jarang antri, saya lebih memilih disini.

Terakhir adalah nasi goreng padmanaba. Terletak disimpang 3 depan SMAN 3 YK sangat strategis dengan harga satu porsi Rp 11000 dan jumbo cuma nambah Rp 1000. Tapin tidak cocok untuk pendamba perut kenyang. Dagingnya mungkin hanya 7/50 alias minim dan nasi goreng yang kemarin saya makan, sudah agak dingin, karena sepertiya dimasak sebelum ada pesanan dan rasa bumbunya kurang. Heran, nasgor ini sangat ramai, sangat sangat ramaikata komentator. Sepertinya yang membuatnya ramai adalah lokasinya yang mudah dijangkau dan berada didepan SMA paling terkenal se-DIY. Lagi, yang mebuat kuirang nyaman adalah banyaknya ‘penyawer’ dan pengamen serta anak-anak yang meminta-minta. Sudah resiko. Tapi, suasana sekitar, memang bagus. Saya menilainya biasa saja, 5/10.

Menurut kemampuan nasi goreng wedhus untuk menggoyang lidah, penilaian terbaik jatuh pada nasgor ketiga. ya, itu lidah saya, gak tau lidah sampeyan. Lidah menang tidak bisa nggedabrus.

Nasi goreng biasanya terbuat dari nasi yang hampir atau sudah basi, baru terasa ‘rasa’ nasi gorengnya. Itu kalo kita-kita bikin nasgornya dirumah sendiri. Sedari kecil diajari, kalau mau bikin nasi goreng, jangan pernah memakai nasi yang masih panas atau masih baru termasuk nasi yang masih didalam magicjar. Hal itu terus-terusan terbawa sampai sekarang. Karenanya, tidak ada yang mendapatkan nilai 9 atau 10.

Nasi goreng buatan Ayah, lebih enak.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s