Attack, attack and attack


Pendukung Manchester United pasti jengah dengan teriakan itu. Ditambah kegagalan mereka mencetak gol di sekian pertandingan selepas oktober. Topskor mereka, Bruce Wayne, si Wayne Rooney saja baru total 7gol. Itupun sepertinya berbagai kompetisi.

Agustus 2015 pernah coba menulis bahwa saya tertarik dengan cara pundit-pandit bola inggris meramal top skor. Cara termudah tentu menggunakan statistik masa lalu dan sedikit sentuhan mitos ‘kebiasaan’ si pemain.

Mulai dari Harry Kane yang musim lalu bikin lebih dari 20gol di inggris. Banyak menggadang-nggadang dia sebagai calon top skor musim ini. Faktanya meski performannya saat ini sudah kembali mengilap, dia sempat sangat seret di awal musim. Tapi ingat, musim lalu dia juga seret di awal. Jadi saya rasa Kane tetap patut diperhitungkan. Bukan cuma one season wonder.

Lantas ada si bengal Diego Costa yang baru bikin total 4 gol di liga. Apa-apaan ini. Costa tahn lalu bikin sekitar 21 gol dan mengantar klubnya juara liga. Sekarang? Mereka terpuruk di atas zona degradasi. Salah satu sebabnya ditengarai gegara Costa yang terlalu sibuk duel tanpa mencetak gol. Contoh terkini saat lawan Porto di UCL dimana Costa sempat cekcok dengan Casillas. Yah, saya sudah agak curiga dengan costa sedari dia di Atleti, seperti tulisan saya sebelum ini, saya sudah tidak suka Costa sejak pandangan pertama dan selanjutnya saya cuma menganggapnya sebagai striker angin-anginan. Lebih baik pulang saja ke Spanyol.

Bagaimana dengan Kun? Ah, dia terlalu sering cedera. Kualitas tidak usah diragukan, masih ingat bagaimana dia membawa City juara liga di tahun 2012? Dengan golnya di akhir pertandingan? Tentu. MU pasti tidak lupa. Sayangnya Aguero terlalu rapuh. Mudah cedera. Paling sering cedera di sekitaran otot hamstringnya. Andai tidak cedera, sudah berapa gol yang dia cetak ditambah sekarang tukang servis di City tidak hanya Silva, ada De Bruyne dan Sterling. Cepatlah sembuh, Kun.

Wayne Rooney dan Anthony Martial. Duo MU. Rooney sampai saat ini masih kehilangan jati diri sebagai momok menakutkan di depan gawang. Bahkan timnas Inggris terdampak. Lihat saja catatan gol Rooney. Kemarin saat memecahkan rekor Bobby C, lewat titik penalti, padahal lawannya cenderung mudah. Semua ini gegara Van Gaal deh, strateginya memaksa Rooney lebih banyak menghadap bola dan bergerak di belakang striker. Tak jarang harus turun jauh untuk mencari bola. Apa sebab? MU tidak punya gelandang kreatif. Akhirnya muncul si striker muda asal Perancis yang menjadi pemain muda termahal di inggris bahkan seluruh dunia. Martial. Kemampuannya? oke, bisa diandalkan terutama kemampuannya menyisir dan musuk dari sisi kiri yang ini sepertinya sesuai dengan strategi MU. Tapi masih butuh banyak bimbingan. Tahun ini belumlah.

Arsenal. Miskin striker hebat sejak hilangnya Kapten Titi Henry. Giroud yang saat ini untungnya sudah membaik. Kemampuan heading-nya sudah kembali dan makin berani melakukan percobaan-percobaan ke gawang lawan. Melihat rekam jejaknya ditambah performa Mesut yang makin mengilap (12 assist dalam 14 laga), Giroud punya peluang besar untuk menembus 20 gol semusim.

Di Liverpool saya tidak punya jago, hiks, padahal klub favorit di EPL, sayangnya di Sturridge cedera terus dan sudah telat bersaing. 10 gol lebih mungkin, tapi tidak akan sampai 20. Butuh waktu untuk klop dengan strategi Kloop.

Dan masuklah ke fenomena paling heboh seantero Eropa. James Vardy. Si pemain antah berantah, saya baru dengar namanya tahun ini, tiba-tiba mencuat memecahkan rekor Ruutje 11 laga berturut-turut mencetak gol. Sayangnya gagal di percobaan ke 12 padahal ada rekor juga disitu yang sudah sangat lama bertahan. Siapa kenal Vardy? Saya tidak. Edan. Sudah berapa gol dia cetak, 12? 14? Darimana dia? Jawabnya adalah Leicester City. Tim gurem yang sekarang dilatih Claudio Ranieri, Pelatih berjulukan Mr Runner-up karena tak pernah membawa timnya juara, paling banter peringkat 2. Mirip dengan julukan Michael Ballack. Ah, sedih.
Faktanya Leicester sekarang di peringkat 1 liga inggris. Pas hari ini mereka masih unggul satu laga dari city dengan sama-sama mengantongi poin 32. Namun beda. Mereka unggul selisih GOL. Bayangkan. Selisih GOL. Lawan City. Edan. Saya tidak punya banyak info tentang masa lalunya, tapi ini bagus sebagai regenerasi di bursa topskor Inggris. Semoga Vardy makin jaya.

Prediksinya? Saya menjagokan Vardy dan Kun.

Ah, striker lain silahkan saja bersaing. Masih ada Son di Tottenham, Gomis dan Sidgursson di Swansea, Benteke di Liverpool,Bony di City dan lainnya.

Tapi tetap saja, saya rasa mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan Ronaldo, Messi, Ibra, Suarez, Benzema, bahkan Neymar sekalipun. Hahaha.

Mi favorito es la liga de espana.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s