Hormat, Segan, Tahu Diri


Kita anak muda seringkali lupa siapa yang telah ada sebelum kita. Masa remaja adalah masa penuh pemberontakan yang lebih banyak dikarenakan oleh proses pergerakan otak yang sedang dalam masa konsolidasi akhir. Masa ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pembentukan diri karena polesan terhadap otak akan menegaskan karakter bawaan yang sudah ada sejak lahir. Karakter memang bisa diubah, tapi tak akan sepenuhnya. Itulah jua kenapa ada istilah born to be a winner.

Kembali ke bahasan awal, ada mereka yang telah lebih dahulu melewati masa remaja dibanding kita, merekalah yang kita sebut sebagai kakak, tetua, orangtua, orang dewasa dan sebagainya. Terlepas dari apakah mereka memang benar-benar dewasa atau tidak, itu perkara lain, kita harus menghormati mereka karena mereka lebih dahulu. Kita tidak bisa bertingkah sekehendak kita karena mereka juga berprofesi sebagai pengawas kita. Orangtua adalah pengawas didalam keluarga entah itu saat kita masih kecil bahkan saat kita sudah berkeluarga nantinya, selama orangtua masih ada, merekalah pengawas kita dan kita bertanggungjawab pada mereka. Guru juga adalah pihak yang menjadi pengawal di sekolahan, demikian hal-nya dengan dosen. Kakak angkatan juga adalah orang yang lebih dahulu merasakan hidup disana jadi jangan diabaikan. Sama seperti saat dalam lingkungan kos, ataupun kampus, ataupun organisasi.

Selalu ada yang mengawali dan menjadi pengawas bagi setiap hal. Kita, harusnya merasa segan pada mereka. Hormat. Dapat menempatkan diri sesuai porsi. Tidak bertingkah semaunya meskipun kita banyak maunya. Hormat pada orangtua bukan dengan sikap hormat, tapi dengan patuh dan tunduk pada perintah orangtua dan tidak membuat mereka kecewa. Sesekali bolehlah kita marah, melanggar atau sejenisnya, tapi hal itu harus tetap disertai tanggungjawab. Itulah sikap hormat. Guru juga harus dihormati sedemikian rupa..

Pada teman sebaya yang berusia lebih tua misalnya, entah kamu sudah tahu usianya atau belum, atau bahkan selisihnya hanya 1-2 bulan, 1-2 tahun, sejujurnya tidak pantas jika kita njambal-ngelamak pada mereka. Kecuali jika sebelumnya sudah bersama-sama masuk dalam satu waktu yang sama misal kuliah sama-sama angkatan 2013, meskipun ada salah satu yang ternyata angkatan 2012, bolehlah memanggilnya hanya dengan nama tapi tanpa mengurangi rasa hormat. Entah itu melalui ucapan, sapaan atau bahkan tingkah tidak hormat kita. Apalagi yang sudah jelas-jelas berbeda tahun angkatan atau tahun masuk di lingkungan kerja/pendidikan/daerah.

Tanamkanlah rasa hormat, segan dan tahu diri dalam setiap gerak langkah supaya tidak tersasar menjadi mereka yang tak tahu arah dan tak punya penghormatan.

Selain itu, rasa hormat tidak hanya ditujukan pada mereka yang lebih tua namun juga teman atau orang lain yang sebaya. Harus tetap hormat. Bahkan pada mereka yang lebih muda sekalipun selama mereka bisa menempatkan diri dan tahu diri.

Hormati orang lain maka kamu menghormati dirimu sendiri.

Komentarnyaaa dooong :3

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s